Manfaat Vitamin C Bagi Tubuh


Vitamin C adalah salah satu vitamin paling populer terutama di kalangan wanita, sebab memiliki efek sebagai antioksidan dan sintesis kolagen yang dipercaya dapat menjaga kesehatan kulit. Saat ini banyak produk minuman, makanan bahkan suplemen menonjolkan kandungan vitamin C dosis tinggi sebagai keunggulannya. padahal, pada tubuh yang normal, kebutuhan vitamin C pada orang dewasa normal hanya berkisar antara 75 – 90 mg per hari, sehingga satu buah kiwi saja sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian tubuh. Sekitar 70 – 90 % vitamin C yang dikonsumsi akan diserap oleh tubuh bila intake nya sebesar 30 – 180 mg / hari. Apabila konsumsi vitamin C per oral pada dosis lebih dari 1000 mg, maka hanya sekitar 50 % nya saja yang diserap, sisanya akan dikeluarkan melalui urin.

Akan tetapi, pada keadaan tertentu, vitamin C dalam jumlah besar ternyata sangat dibutuhkan, terutama pada penderita kanker. Beberapa studi menunjukkan hasil bahwa pemberian vitamin C dosis tinggi pada penderita kanker secara intravena memperlambat pertumbuhan dan metastasis kanker prostat, pankreas, hepatoma dan kolon. Beberapa studi lain yang dilakukan menyatakan bahwa pemberian vitamin C dosis tinggi secara intravena memperbaiki kualitas hidup penderita kanker, baik secara fisik, mental dan emosional, memperbaiki gejala mual dan muntah, nyeri dan nafsu makan.

 

Peran Vitamin C pada kulit

Vitamin C adalah antioksidan poten yang digunakan secara topikal di bidang dermatologi untuk mencegah perubahan dan kerusakan kulit akibat photoageing. Paparan sinar UV akan meninduksi pembentukan ROS (reactive oxidant species) yang pada akhirnya akan memicu perubahan DNA sel, protein sel dan kolagen sehingga menginduksi terjadinya kanker kulit. Vitamin C tidak bisa menyerap sinar UV tetapi mengeluarkan efek UV protective dengan cara menetralisir radikal bebas (ROS), efek ini tidak dimiliki oleh sunscreen. Penelitian menunjukkan hasil bahwa pemakaian sunscreen yang disertai dengan vitamin C topikal 10% menunjukkan angka penurunan UVB-induced erythema sebesar 52% dan pembentukan sel sunburn sebesar 40 – 60 %. Selain fungsinya sebagai photoageing, vitamin C juga mampu menginduksi sintesa kolagen baik pada kulit usia muda ataupun tua, serta digunakan dalam tatalaksana hiperpigmentasi kulit. Vitamin C berinteraksi dengan ion tembaga dan menginhibisi enzim tyrosinase sehingga menurunkan produksi melanin.

Peran Vitamin C pada Sistem Saraf

Konsentrasi vitamin C paling tinggi berada pada sel neuron di sistem saraf pusat berfungsi sebagai antioksidan, amisida peptida, pembentukan myelin, potensiasi sinaps dan proteksi terhadap glutamate. Pada beberapa penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf pusat, vitamin C memerankan peranan penting yaitu sebagai suplemen yang berfungsi menurunkan luas lesi infark (reperfusi) pada kasus stroke iskemik, melindungi sel neuron dari oksidasi yang berhubungan dengan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer, Parkinson dan Huntington.

 

Peran Vitamin C pada Kanker

Penelitian yang dilakukan pada 45 pasien dengan kanker prostat, kanker payudara, kanker buli, kanker pankreas, kanker paru, kanker tiroid, kanker kulit dan limfoma diberikan vitamin C dosis tinggi (7,5 gr – 50 gr) selain tatalaksana standar, menunjukkan hasil berupa penurunan nilai CRP dan sitokin pro inflamasi, dimana penurunan nilai CRP ini juga berhubungan dengan penurunan nilai tumor marker.

 

Manfaat vitamin C bisa didapatkan dari buah dan sayur, seperti dari konsumsi brokoli, stroberi, dan cabai merah. Selain dari sayur dan buah, berbagai manfaat vitamin C juga bisa diperoleh dari tablet vitamin C kunyah, tablet yang dilarutkan ke dalam air, permen, pil, hingga dalam bentuk suntikan. Namun manfaat vitamin C dalam bentuk suntikan harus diberikan oleh tenaga medis profesional dan resmi untuk menghindari risiko terjadinya efek samping.

Perokok, ibu hamil, dan ibu menyusui membutuhkan dosis sedikit lebih tinggi. Pengidap kondisi tertentu, seperti methemoglobinemia, memerlukan vitamin C dengan dosis lebih tinggi juga.

Meski sebagian besar multivitamin aman untuk dikombinasikan dengan makanan, namun untuk mendapatkan hasil maksimal dari manfaat vitamin C, konsultasikan ke dokter perihal dosis yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Untuk meminimalkan risiko kelebihan vitamin C, direkomendasikan untuk mendapatkan asupan vitamin C dari beragam sayur dan buah dibandingkan dari suplemen vitamin C. Pastikan untuk mengonsumsi minimal satu macam makanan kaya vitamin C tiap hari seperti, jeruk, kiwi atau stroberi.

Be Sociable, Share!