
Pada zaman sekarang sering kita jumpai fenomena anak kecil yang sudah pandai menggunakan gadget canggih. Mungkin pada saat ini kita tidak akan pernah melihat anak-anak yang bermain dengan permainan tradisional. Sudah menjadi pemandangan yang langka bahkan punah dikalangan anak-anak modern. Game di gadget adalah salah satu pilihan dan bahkan menjadi permainan favorit bagi anak-anak zaman sekarang.
Alasan sebagian orangtua memberikan gadget untuk anak adalah supaya mereka tenang dan tidak merepotkan. Gadget memiliki banyak manfaat apabila digunakan sebagaimana mestinya. Namun, perlu Anda ketahui bahwa gadget sebaiknya tidak dikenalkan pada anak usia dini karena memiliki resiko negatif terhadap perkembangan anak. Terlalu dini mengenalkan gadget pada anak maka resikonya semakin besar.
Berikut Dampak Negatif Gadget Terhadap Perkembangan Anak
- Resiko terkena radiasi
Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi sehingga ketika melihat orangtuanya menggunakan gadget pasti berusaha untuk meraihnya. Sebagian orangtua terkadang langsung memberikannya supaya si kecil tenang dan tidak rewel. Memang tidak ada salahnya memberikan gadget bagi anak, namun apabila hal tersebut menjadi kebiasaan akan berbahaya bagi si kecil.
Sebuah studi menyatakan bahwa otak anak yang berusia 5 tahun memiliki tulang tengkorak yang lebih tipis dan lebih banyak cairan daripada orang dewasa. Jadi kepala anak dapat menyerap radiasi sepuluh kali lebih banyak daripada orang dewasa. Dapat dibayangkan bagaimana bayi dan balita yang berusia lebih muda dengan resiko yang lebih besar apabila terpapar radiasi dari gadget elektronik.
Gadget tidak hanya menimbulkan radiasi yang berbahaya bagi anak, akan tetapi pancaran sinar dari layar tersebut sangat membahayakan kesehatan si kecil. Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan gadget pada anak-anak usia balita. Anak-anak masih mengalami perkembangan sistem saraf sehingga sangat rentan terkena radiasi.
- Terlambat bicara
Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics, sangat disarankan agar anak berusia di bawah 2 tahun tidak diberikan “screen time” atau ekspos pada layar dari gadget elektronik karena dapat mengakibatkan keterlambatan bicara dan gangguan tidur. Penelitian lain juga menyingkap bahwa TV berpengaruh dalam “talk time” atau waktu bicara berkualitas antara orang tua dan anak, di mana sangat penting bagi perkembangan bahasa anak.
- Menjadi sebuah kebiasaan (ketagihan)
Seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga sangat beresiko kecanduan bermain gadget. Pada awal-awal mungkin anak Anda hanya sebatas menggunakan gadget untuk bermain game, namun lama kelamaan ketika si kecil sudah menemukan kesenangan dengan benda tersebut maka akan menjadi sebuah kebiasaan yang berdampak negatif terhadap perkembangannya. Apabila sudah menjadi kebiasaan maka hal ini bisa menyebabkan anak tidak berminat untuk berinteraksi dengan orang lain. Kondisi seperti ini tentunya sangat tidak baik bagi perkembangan kemampuan anak dalam hal bersosialisasi. Di Inggris, anak berusia 4 tahun didiagnosa kecanduan Ipad, bahkan dalam satu hari ia dapat menghabiskan 4 jam dengan Ipadnya. Jadi setiap kali orangtuanya mengambil Ipad-nya, ia akan menangis hebat dan stress. Begitu besar daya tarik tablet untuk anak.
Selain berdampak terhadap kemampuan berinteraksi, kebiasaan menggunakan gadget bisa berpengaruh terhadap kesehatan anak. Biasanya ketika si kecil sudah kecanduan bermain game di gadget tidak akan terkendali sehingga lupa makan dan berakibat terhadap kesehatan tubuhnya. . Maka dari itu, alangkah lebih baiknya apabila Anda sebagai orangtua membatasi penggunaan benda tersebut.
Orang tua dapat menekan kemungkinan dari efek negatif yang disebutkan di atas dengan memberikan batasan waktu yang jelas dan seimbang dalam penggunaan gadget termasuk tablet untuk anak. Perlu diingat bahwa anak tetap harus bersosialisasi dengan teman, saudara atau keluarganya dengan permainan yang melibatkan aktivitas fisik yang sangat berguna bagi perkembangan motoriknya. Interaksi antara orang tua dan anak secara langsung yang terjalin jauh lebih baik dan berharga yang tak dapat tergantikan bahkan oleh gadget elektronik sekalipun.
- Lambat memahami pelajaran
Kebiasaan anak-anak yang asik dengan gadget akan berpengaruh terhadap kemampuan otak dalam menangkap informasi. Salah satunya yaitu ketika anak mendapatkan pelajaran di kelas cenderung susah untuk memahami apa yang disampaikan oleh guru. Selain itu, anak-anak juga cenderung malas untuk belajar dan membaca buku akibat dari kecanduan untuk bermain gadget sehingga prestasi secara akademik menurun.
- Beresiko terhadap perkembangan psikologis anak
Terkadang sebagian game ataupun tontonan pada gadget memperlihatkan kekerasan sehingga hal ini bisa berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Anda sebagai orangtua harus membatasi penggunaan gadget pada anak dan sebaiknya mendampingi anak ketika menggunakan benda tersebut supaya tidak memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan anak.
Mencegah dampak buruk gadget bisa Anda lakukan dengan cara bersikap bijak dalam memperkenalkan gadget untuk anak. Jangan memberikan gadget khusus untuk anak, biarkan dia menggunakan milik Anda sehingga penggunaannya bisa dibatasi dengan mudah. Apabila anak menggunakan gadget Anda sebaiknya koneksi internetnya diputus supaya anak tidak mengklik situs yang tidak dianjurkan. Selain itu, Anda juga harus senantiasa mendampingi anak ketika menggunakan gadget.
- Gangguan tidur
Anak dapat mengalami susah tidur atau kualitas tidur yang kurang baik bila sebelum waktu tidur ia menonton TV, membaca cerita lewat aplikasi e-Book di tablet, bermain video games. Ini dapat terjadi karena cahaya yang dipancarkan dari layar gadget elektronik tersebut yang membuat anak sulit untuk tidur. Jadi pikirkanlah matang-matang sebelum membelikan tablet untuk anak.
- Sikap pasif
Sikap pasif ini maksudnya anak kurang bergairah untuk melakukan aktivitas fisik seperti berjalan, berlari, bermain puzzle. Dengan bermain tablet, anak berhadapan dengan layar yang disentuh sesuai dengan petunjuk interaktif. Namun kurangnya stimulasi sebanyak anak dapat memegang langsung benda konkrit seperti bola atau puzzle, membuat anak cenderung lebih pasif. Sedangkan anak terutama batita yang kemampuan kognitifnya sedang berkembang dapat distimulasi lewat sensori dengan cara memegang, menyentuh, mencium, melihat serta mendengar. Anak lebih membutuhkan objek konkret daripada lewat layar dalam proses belajar dan perkembangan kognitifnya.
Gadget “membunuh” perkembangan anak. Beberapa orang tua tidak meyadari bahwa anak mereka terasing dari alam, tumbuhan, hewan, danau dan langit. Balita harus mampu melemoar bola, melompat, berlari dan bernyanyi. intinya, anak harus aktif bergerak untuk merangsang perkembangan saraf motoriknya.
- Kurang baik bagi perkembangan fungsi mata
Tentunya layar TV, tablet, handphone sangat menarik untuk anak sehingga ia terpaku melihatnya. Namun perlu diingat bahwa gerakan (motion) yang cepat berpindah dari satu ke yang lainnya, warna yang terang dari layar dapat membuat otot mata lelah bahkan berubah secara fisiologis. Ditambah lagi bila jarak antara mata dan layar dekat dan kurang terekspos sinar matahari sangat berpengaruh bagi perkembangan mata balita.
- Tempramental
Coba sesekali perhatikan perilaku anak yang berinteraksi dengan gadget berjam-jam lamanya. Apakah anak Anda menjadi agresif ? Tantrum adalah bentuk paling umum dari agresivitas di kalangan balita. Sikap agresif dan tantrum merupakan akibat dari paparan gadget. Saat mereka tumbuh dewasa, anak – anak yang kecanduan game lebih mungkin untuk tidak mematuhi orang tuanya.



