VAKSINASI UMUM PADA ANAK

VAKSINASI ADALAH TINDAKAN INTERVENSI KESEHATAN BAGI PUBLIK YANG PALING EFEKTIF

Secara global, vaksin mencegah sekitar 2.5 juta kematian setiap tahunnya dan dapat membantu anak untuk hidup lebih sehat. Berdasarkan laporan dari World Health Organization (WHO), 4 dari 5 anak mendapatkan 1 seri vaksinasi dasar sejak bayi.

BAGAIMANA IMUNITAS TERBENTUK

Imunitas muncul sebagai akibat dari diproduksinya antibodi. Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh tubuh sebagai respon terhadap paparan penyakit. Antibodi menetralisir dan menghancurkan organisme pembawa penyakit atau racun. Antibodi spesifik terhadap suatu penyakit. Contohnya, antibodi campak dapat melindungi seorang terhadap penyakit campak, tapi tidak memiliki efek terhadap virus gondok. Terdapat dua macam imunitas: bawaan dan adaptif 

VAKSINASI RUTIN PADA ANAK

PENTINGNYA “BOOSTERS”

Beberapa jenis vaksin memerlukan lebih dari 1 kali pemberian dosis (contohnya, vaksin DTaP) 

REKOMENDASI VAKSINASI PADA ANAK

MENINGITIS

VAKSIN MENINGITIS B

Bayi kurang dari 1 tahun memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap penyakit meningitis serogrup B . Pada bayi, MenBV diberikan pada usia 8 minggu, 16 minggu dan 1 tahun.

MenBV dapat menyebabkan memiliki efek samping, tapi biasanya ringan dan tidak bertahan lama. Para ahli merekomendasikan penggunaan parasetamol segera setelah pemberian MenBV untuk mengurangi resiko terjadinya demam pada anak. Pada tahun 2011 ke 2014, pemerintahan Nigeria mengadakan kampanye menggunakan vaksin tipe A di negara bagian yang berisiko tinggi 

PERTUSIS (BATUK REJANG)

VAKSIN PERTUSIS

Tipe vaksin yang digunakan

Vaksin “Whole-cell”: suspensi yang mengandung bakteri B. pertussis yang telah diinaktivasi

Vaksin Aselular: Komponen B. pertussis yang telah dipurifikasi (contohnya, toksin pertusis yang telah diinaktif dengan atau tanpa komponen B. Pertussis lainnya (contohnya, antigen filamen haemagglutinin, antigen fimbrial, pertaktin)

Vaksin Pertusis biasanya diberikan secara kombinasi dengan diphteria dan tetanus (DTaP)

Vaksin batuk rejang selama kehamilan dapat membantu memberikan bayi perlindungan jangka pendek pada bayi ketika mereka lahir, dimana resiko terjangkit penyakit ini paling besar . Di Nigeria, setiap anak harus mendapatkan vaksin DTaP pada usia 12–15 bulan dan 5 tahun

VAKSIN PNEUMOCOCCAL

Resistensi Pneumococcal terhadap antimikroba adalah sebuah masalah serius di seluruh dunia, hal ini menunjukan pentingnya pencegahan melalui vaksinasi. Antibodi dari antigen capsular polysaccharide dari S. pneumoniae memberikan proteksi spesifik terhadap infeksi pneumococca.  Vaksin meliputi serotipe 7, 10 dan 13 serotipe (PCV7, 10 dan 13) tersedia untuk anak-anak . Di Nigeria, setiap anak harus mendapatkan vaksinasi pneumococcal di usia 6 minggu, 14 minggu dan 6 bulan.7 diestimasi bahwa vaksin pneumococcal dapat menghindarkan 139,000 kematian setiap tahunnya di Nigeria, India, Pakistan, Ethiopia dan Tanzania.

VAKSIN ROTAVIRUS

WHO merekomendasikan bahwa vaksin rotavirus untuk bayi harus dimasukan ke dalam program imunisasi nasional di setiap negara, terutama di negara-negara dimana jumlah kematian akibat diare mencapai 10% angka mortalitas pada anak usia kurang dari 5 tahun 22

Tersedia 2 vaksin rotavirus oral yang hidup dan telah dilemahkan. 

WHO merekomendasikan pemberian dosis pertama diberikan pada anak usia 6-15 minggu. Dosis terakhir diberikan pada anak usia maksimal 32 minggu. 

Di Nigeria, anak-anak mendapat vaksin di usia 6 dan 10 minggu

Vaksin diberikan dalam bentuk cairan yang diberikan langsung ke mulut bayi 

VAKSIN HEPATITIS B

WHO merekomendasikan bahwa semua bayi harus mendapatkan dosis pertama vaksinasi secepat mungkin (24 jam setelah kelahiran). Dosis kelahiran ini harus diikuti dengan 2-3 kali dosis lagi untuk melengkapi 1 seri vaksinasi.

Hepatitis B dapat dicegah menggunakan vaksin yang tersedia, yang mana merupakan virus yang telah diinaktivasi 

Perlindungan akan bertahan minimal 20 tahun, dengan kemungkinan dapat bertahan sampai seumur hidup

Di Nigeria, bayi menerima 1x dosis pada saat kelahiran 

VAKSIN CAMPAK

Vaksin campak memiliki dampak yang signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas; program vaksinasi anak telah mengurangi jumlah kasus. Diantara tahun 2000−2014 terjadi pengurangan 79% terhadap jumlah kematian di seluruh dunia dan mencegah sekitar 17.1 juta kematian. Vaksin dapat diberikan secara subkutan atau intramuskular

Telah tersedia sejumlah vaksin campak yang aktif dan sudah dilemahkan, yaitu:

Vaksin monovalen

Dikombinasikan dengan vaksin rubella (MMR), atau gondong, rubella dan vaksin varicella (MMRV).

Di Nigeria, anak harus menerima vaksin campak monovalen pada usia 9 bulan, satu dosis MMRV pada usia 18 bulan dan satu dosis MMR pada usia 5 tahun. Sejak tahun 1990, penyebaran campak di Nigeria berkisar antara 32% dan 69%.

VAKSIN GONDOK

Vaksin hidup gondok yang telah dilemahkan telah tersedia sejak tahun 1960 dalam bentuk:

Vaksin monovalen

Vaksin bivalen dengan campak

Vaksin trivalen MMR

Vaksin tetraven MMRV

Di Nigeria, setiap anak menerima 1x dosis untuk vaksin MMRV pada usia 18 bulan dan 1x dosis vaksin MMR di usia 5 tahun

VAKSIN RUBELLA

Sejumlah vaksin tersedia dalam bentuk komponen tunggal atau kombinasi sebagai vaksin MR, MMR, atau MMRV

Sebagian besar vaksin yang telah terdaftar menggunakan virus rubella aktif jenis RA 27/3 yang telah dilemahkan dan dikembangbiakkan di sel diploid manusia 

Vaksinasi menghasilkan nilai serokonversi yang tinggi (di atas 95%) dan perlindungan diasumsikan bertahan seumur hidup 

Di Nigeria, setiap anak menerima 1x dosis vaksin MMRV pada usia 18 bulan dan 1x dosis MMR pada usia 5 tahun

EFEK SAMPING YANG UMUM TERJADI SETELAH VAKSINASI

Efek samping yang mengikuti vaksinasi biasanya ringan dan sementara. Kemunculan efek samping ini menandakan bahwa tubuh sedang menciptakan sistem imun 

Beberapa efek samping umum dari vaksinasi adalah

PENATALAKSANAAN NYERI DAN DEMAM SETELAH VAKSINASI

Efek samping paling umum pada bayi dan anak kecil adalah pada titik dilakukannya injeksi yang meliputi pembengkakan, kemerahan, atau terbentuk benjolan kecil yang keras. Gejala ini biasanya akan hilang dalam beberapa hari dan tidak ada perlakuan khusus yang harus dilakukan karena hal tersebut.

Apabila terjadi demam:

Berikan air minum yang cukup 

Jangan memberikan pakaian yang berlebihan pada bayi 

Pada anak usia 2-3 bulan, pemberian 1 dosis parasetamol 10-15mg/kg dapat diberikan untuk membantu meredakan reaksi yang terjadi karena vaksinasi. Mintalah saran medis apabila demam masih terjadi setelah pemberian dosis kedua. Untuk indikasi lainnya, diperlukan saran medis lain.

Pada anak usia 3 bulan ke atas, pemberian dosis maksimum harian adalah 60mg/kg yang diberikan dalam sekali dosis 10-15 mg/kg dalam 1×24 jam. Tidak boleh memberikan dosis lebih dari 4x dalam 1×24 jam. Maksimum pemberian obat tanpa saran dokter adalah 3 hari

FAQ vaksinasi pada anak

Be Sociable, Share!