Pentingnya Peran Orangtua Dalam Pembentukan Karakter Anak


Seorang anak merupakan sebuah anugerah tak terhingga bagi setiap orang tua, anak adalah pemberian dari Yang Maha Kuasa dan selalu disyukuri orang tua sebagai nikmat yang begitu luar biasa. Apalagi memiliki anak dengan karakter baik, pastilah menjadi nilai tambah tersendiri dan tak tergantikan bagi orang tuanya.

Pembentukan karakter anak sudah bisa mulai dilihat oleh orang tua ketika anak masih berusia dini bahkan ketika masih berada didalam kandungan. Apabila orang tuanya berprilaku baik dalam mendidik anak, maka anaknya pun akan tumbuh dengan baik, begitupun sebaliknya. Anak akan menjadi nakal, manja bahkan suka melawan apabila pembentukan karakter anak yang dilakukan orang tuanya tak baik.

Maka dari itu peran orang tua dalam pembentukan karakter anak begitu penting, apalagi di usia tahun-tahun pertama bagi anak dalam mengarungi kehidupannya. Meskipun masih kecil, namun orang tua haruslah memberikan pendidikan dan mengajarkan anak tentang kebaikan, tak hanya itu bahkan para orang tua ini harus selalu berperilaku dan bertingkah baik pada si anak dan didepan anak-anaknya, hal ini akan menjadi contoh yang direkam oleh memori anak semenjak masih kecil hingga ia dewasa. Benar kata pepatah, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya, ibaratkan sang anak, apabila orang tuanya bersifat baik dan memberikan pelatihan pembentukan karakter yang baik pada anak, maka anak yang dibentuk tersebut akan memiliki karakter baik pula. Namun juga berlaku sebaliknya jika buruk karakternya.

Anak sendiri adalah aset yang bisa menjadi penentu dalam keberlangsungan hidup manusia, kualitas serta kejayaan dari suatu bangsa di masa depan nanti. Oleh sebab itu, anak perlu dijaga agar bisa tumbuh dewasa secara optimal dan baik, menerima pendidikan yang baik supaya di masa depan bisa menjadi pribadi yang memiliki karakter baik dan berguna bagi semua orang, agamanya, nusa dan bangsa.

Karena itulah dibutuhkan peran Ayah dan Ibu dalam membentuk karakter sang anak tersebut. Keluarga merupakan sebuah lingkungan pertama bagi anak belajar tentang tingkah laku dan kehidupan hingga membentuk karakter mereka di masa depan. Keluarga bisa pula disebut sebagai primary group, bahkan ibu juga disebut sebagai sekolah pertama bagi sang anak sehingga benar-benar harus diperhatikan perkembangannya.

Selain ibu, ayah rupanya memiliki peran penting dalam tumbuh kembang si anak. Dimana peran yang dimiliki oleh seorang ayah tak kalah besarnya dengan peran yang dimiliki oleh seorang ibu. Bahkan menurut sebuah penelitian yang telah dilakukan selama empat dekade membuktikan bahwa peran ayah rupanya mampu membuat anak-anaknya menjadi pribadi yang sukses. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat seorang ayah mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap kehidupan sosial si anak, pencapaian cita-cita serta memotivasi untuk meraih prestasi, baik prestasi akademik maupun non-akademik.

Bagi anak, ayah merupakan sosok panutan yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan ibunya. Anak laki-laki biasanya menjadikan ayah sebagai panutan agar dapat berperilaku dan bertindak sebagai seorang laki-laki. Benar saja, anak laki-laki senantiasa memperhatikan perilaku yang ditunjukkan sang ayah dalam memperlakukan istrinya yang tentunya hal ini sangat berdampak di masa mendatang. Jika ayahnya kurang respek terhadap istrinya, maka banyak ditemui anak laki-laki yang tumbuh dengan sikap agresif terhadap perempuan. Sedangkan bagi anak perempuan, sosok ayah dijadikan sebagai contoh untuknya dalam melakukan sosialisasi dengan lawan jenisnya. Jika sikap ayahnya terhadap istri cenderung kurang baik, anak perempuan biasanya cenderung melakoni hubungan yang tidak sehat dengan pria.

Kehadiran sosok seorang ayah di tengah tumbuh kembang si anak, mampu memunculkan perasaan tersendiri bagi si anak. Benar saja, kehadiran seorang ayah mampu menyuguhkan adanya keamanan emasional, rasa kepercayaan diri yang tinggi, serta keinginan untuk bereksplorasi dengan lingkungan sekitar. Bahkan yang tak kalah mengejutkan, balita yang dalam tumbuh kembangnya ada keterlibatan seorang ayah rupanya memiliki IQ dan kemampuan menyelesaikan permasalahan yang lebih baik ketika memasuki usia 3 tahun. Sedangkan ketika ia mulai memasuki usia sekolah, sosok ayah rupanya mampu membuat anak memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi hingga mampu mengantongi prestasi di sekolah. Bahkan tidak hanya itu, anak-anak dengan pengasuhan dari sang ayah juga sangat menikmati berbagai kegiatan yang terdapat di sekolah, termasuk salah satunya kegiatan ekstrakurikuler.

Secara umumnya, berikut peran ayah bagi Anda yang perlu diketahui :

  1. Teman Bermain
    Bukan hal yang baru lagi jika ayah dapat dijadikan sebagai teman bermain bagi anak-anaknya. Dalam hal ini, ayah sangat jago melakukan berbagai aktivitas fisik yang membutuhkan banyak energi. Namun tidak hanya melatih otot dan koordinasi, dalam bermain ini ayah selalu mengajarkan hal-hal dengan peraturan yang tepat, contohnya bermain secara bergantian.
  2. Penyedia
    Meskipun tugas utamanya mencari nafkah bagi keluarga, namun ayah juga memiliki tanggung jawab penuh dalam pengasuhan sang anak. Jika seorang ayah hanya berkonsentrasi untuk bekerja dan mencari uang, maka ia akan terjebak dalam kesibukannya dan tidak bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.
  3. Penyelesai masalah
    Berbagai sikap yang dimiliki oleh sosok ayah memang menjadi suatu panutan bagi sang anak. Ayah juga dapat menunjukkan pada sang buah hati terkait cara menyelesaikan suatu permasalahan, termasuk memberi tahu konsekuensi yang harus dihadapi ketika melakukan suatu tindakan dan membuat sebuah keputusan. Jika si anak telah terbiasa mengambil keputusan dengan tepat, maka ia mampu tumbuh menjadi pribadi yang tidak agresif.
  4. Mempersiapkan masa depan
    Sebagai seorang ayah jelas dituntut agar ia mampu mempersiapkan masa depan anaknya di era mendatang. Ayah juga harus mampu memberikan perlindungan terbaik bagi si anak jika dibutuhkan.
  5. Pembimbing
    Peran ayah selanjutnya ialah sebagai pembimbing. Ayah dituntut agar mampu menjadi pembimbing yang mengajarkan berbagai perilaku baik pada sang anak. Namun ia juga harus bersikap seimbang dalam mengevaluasi perbuatan tidak baik yang dilakukan oleh sang anak, dan memberikan pujian terhadapnya ketika sang anak mampu menyuguhkan perilaku yang baik.

Pendidikan pada anak bisa dibagi menjadi pendidikan formal yang bisa dilakukan di lingkungan sekolah. Sementara untuk pendidikan non formal merupakan pendidikan dari luar sekolah seperti masyarakat dan yang paling mendasar adalah keluarga. Dalam keluarga inilah seorang anak akan mendapatkan banyak pelajaran dari orang tua atau orang – orang dewasa di sekitarnya, oleh karena itulah orang tua diwajibkan untuk berprilaku baik di depan anak, karena sifat anak apalagi di usia emasnya bisa dengan mudah dan tertarik untuk mengikuti atau meniru apa yang sering ia lihat.

Saat ini perkembangan teknologi dan globalisasi yang terjadi di dunia begitu pesat dan bisa memberikan dampak baik serta dampak buruk bagi para masyarakat. Pengaruh globalisasi ini bisa membentuk setiap manusia di sebuah negara atau wilayah tertentu kehilangan karakter dirinya sendiri. Akulturasi budaya yang terjadi kian pesat belakangan ini bahkan melebihi dari batas budaya, di Indonesia sendiri juga sudah banyak budaya-budaya barat yang beredar, oleh karena itu anda harus benar-benar jeli memperhatikan pergaulan sang anak diluar sana supaya tidak mudah terpengaruh dengan pergaulan barat yang cenderung ke arah negatif.

Be Sociable, Share!