Cacar Monyet (Monkeypox)

Cacar monyet (monkeypox) ialah penyakit zoonosis yang menyebar dari hewan ke manusia. Penyakit ini pada awalnya memang ditularkan oleh hewan pengerat dan primata. Di Afrika, tupai dan tikus Gambian juga bisa menularkan virus tersebut.

Virus cacar monyet menyebar melalui kontak langsung dengan lesi kulit, cairan tubuh, atau lendir dari pernapasan seseorang yang terinfeksi. Saat penderitanya bersin atau batuk, orang yang berada di sekitarnya juga berisiko untuk terkena infeksi. Cacar monyet dan virus penyebabnya lebih menyerupai smallpox, yang telah berhasil dieradikasi pada tahun 1980. Bedanya, gejala yang dialami cacar monyet jauh lebih ringan daripada smallpox

Meski sama-sama cacar, ada beberapa hal yang membedakan antara cacar biasa (smallpox) dengan cacar monyet.

·      Cara penularan

Smallpox ditularkan dari manusia ke manusia, sedangkan cacar monyet ditularkan dari hewan ke manusia.

·      Masa inkubasi virus

Untuk masa ikubasinya , untuk smallpox berlangsung 7–19 hari, sementara cacar monyet 5–21 hari.

·      Gejala

Gejala yang timbul akibat smallpox dan cacar monyet sangat mirip, misalnya demam tinggi (38,5–40,5 derajat celsius), sakit kepala, nyeri otot, dan timbul ruam serta lenting di kulit. Pada cacar monyet, lenting yang terjadi umumnya berukuran lebih besar, lebih dalam, menyebar ke telapak tangan dan kaki, serta dijumpai pembengkakan kelenjar getah bening pada leher. Cacar monyet juga terkadang menimbulkan komplikasi berupa infeksi bakteri pada luka, infeksi paru (pneumonia), infeksi mata, kebutaan, hingga radang otak atau ensefalitis.

Waspada sekarang juga!

Penyebaran virus cacar monyet relatif cepat. Namun bagaimana pun juga, virus monkeypox termasuk ke dalam kelompok poxvriridae yang sebenarnya 85 persen bisa dicegah dengan imunisasi. Cacar monyet pun bisa sembuh dengan sendirinya meski membutuhkan waktu yang agak lama, yaitu sekitar 2–4 minggu.

Nah, selagi virus monkeypox belum menyebar di Indonesia, pencegahan merupakan langkah terbaik untuk menghadapi penyakit cacar monyet. 

Cara pencegahan yang dianjurkan oleh Center of Disease Control and Prevention adalah sebagai berikut:

  • Hindari kontak langsung dengan hewan yang dicurigai terinfeksi cacar monyet.
  • Hindari penggunaan alat-alat yang sebelumnya digunakan untuk menangani hewan pengidap cacar monyet.
  • Berlakukan rawat isolasi untuk pasien yang terbukti terinfeksi cacar monyet.
  • Selalu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah berkontak dengan hewan.
  • Urungkan dahulu niat Anda untuk berkunjung ke negara-negara endemis penyakit, 

Bagaimana dengan vaksin cacar?

Jenis vaksinasi yang dianggap efektif untuk mencegah penularan cacar monyet adalah vaksin untuk smallpox. Vaksin tersebut terbukti 85% efektif mencegah cacar monyet. Sayangnya, karena kasus smallpox sudah dieradikasi sejak tahun 1980, vaksin untuk virus tersebut sudah sangat sulit didapatkan.

Hingga saat ini, langkah pencegahan yang dianggap paling tepat adalah dengan menghindari kontak dengan hewan-hewan yang berasal dari benua Afrika. Bila sudah terlanjur berkontak dengan hewan yang dicurigai terinfeksi cacar monyet, seseorang harus dikarantina dan diobservasi ketat selama setidaknya 30 hari. Setelah durasi tersebut terlewati dan tak ada tanda-tanda infeksi, orang tersebut diperbolehkan untuk melakukan aktivitasnya seperti sedia kala.

Jika Anda menemukan adanya gejala-gejala cacar monyet atau mengetahui ada orang yang mengalami gejala serupa, segera melaporkannya pada petugas medis atau dokter. 

Be Sociable, Share!